.: Selamat Datang di Website Resmi Dana Pensiun LIA :.

 
LAPORAN DEWAN PENGAWAS DANA PENSIUN LIA TAHUN BUKU 2013

Sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 16 Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun LIA (PDP LIA) yang telah disyahkan oleh Menteri Keuangan RI Nomor KEP-555/KM.10/2012, maka dengan ini kami laporkan perkembangan Dana Pensiun LIA tahun 2013 dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2012, serta gambaran umum pengelolaan yang dilaksanakan pada tahun 2013, sebagai berikut :

 


1.       Perkembangan Indikator Utama DAPEN LIA

ASPEK KEUANGAN

(dalam jutaan Rp)

2013

2012

KETERANGAN

Asset Neto

45.123

43.208

Kenaikan nilai aktiva bersih sebesar 1,915 terutama disebabkan oleh kenaikan nilai investasi pada tanah dan bangunan yang sejalan dengan kenaikan penilaian hasil investasi. Untuk meningkatkan Asset Neto lebih baik lagi,  DAPEN LIA diminta tetap upaya investasi lebih aktif, namun tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dengan penyebaran resiko investasi    

 

Kewajiban Aktuaria

42.685

38.721

Kewajiban aktuaria tahun 2013  meningkat 10% dibandingkand dengan tahun 2012, merupakan proyeksi kewajiban aktuaria yang dihitung oleh Aktuaris pada tahun 2012.   

Rasio Kecukupan Dana

105,71%

111,33%

Rasio Kecukupan Dana (RKD) mengalami penurunan disebabkan oleh peningkatan Nilai Kewajiban Aktuaria lebih tinggi dari pada kenaikan aktiva bersih. Namun demikian, RKD  masih berada pada posisi tingkat I (kategori baik). Pada kondisi ini, Pendiri tetap membayar iuran normal. Untuk meningkat-kan RKD, DAPEN harus tetap melakukan upaya peningkatan Nilai Aktiva, dan lebih meningkatkan lagi hasil investasinya.

Kewajiban Solvabilitas

Rasio Solvabilitas

 

26.134

173 %

24.050

179.2%

Kewajiban solvabilitas naik sebesar Rp. 2.084 juta sehingga rasio solvabilitas untuk tahun 2013 turun 6,2% menjadi 173%, Namun demikian, rasio tersebut masih sangat bagus karena dana Asset Neto yang tersedia masih jauh lebih tinggi (surplus 73%) dari jumlah kewajiban kepada peserta apabila terjadi likuidasi pada akhir tahun 2013.

 

 

 

Investasi *

44.018

41.403

Kenaikan Nilai investasi disebabkan oleh kenaikan Nilai Aktiva  Tanah dan Bangunan. Sebaiknya Dapen LIA tetap mengalokasikan dana untuk investasi pada tanah & bangunan sesuai dengan arahan investasi.

 

Pendapatan Investasi*

Beban Investasi

Hasil Investasi Bersih

 

3.804

472

3.332

4.551

466

4.085

 

Pendapatan investasi dan Hasil Usaha bersih mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya hasil investasi karena kondisi pasar modal yang tidak bagus terutama pada semester II. Namun demikian, optimalisasi investasi pada Reksadana dan Obligasi mulai membaik, serta tetap investasi pada saham dengan menjaga prinsip kehati-hatian.

 

Penerimaan Iuran Normal

Manfaat Pensiun

Pengalihan Dana

Sisa Hasil Usaha

2.539

1.841

947

3.221

2.528

1.698

661

1.257

Kenaikan iuran normal dalam tahun 2013 relatif kecil karena berkurangnya peserta aktif, namun terdapat kenaikan PHDP beberapa peserta aktif yang promosi. Naiknya jumlah pembayaran manfaat pensiun dan pengalihan dana, karena jumlah manfaat yang dibayar sekaligus serta yang dialihkan lebih tinggi dibanding tahun 2012. Sedangkan Sisa Hasil Usaha mengalami kenaikan cukup tinggi.

 

 

Jumlah Peserta Aktif

Jumlah Pensiunan

Jumlah Pensiun Ditunda

 

 

 

538

93

26

 

559

94

25

 

Menurunnya jumlah peserta aktif karena jumlah yang pensiun dan mengundurkan diri atau berubah status dari karyawan tetap menjadi tidak tetap masih lebih banyak dari pada penambahan karyawan tetap

 

 

   Ket: *) Termasuk Selisih Penilaian Investasi (Nilai pasar) sesuai dengan PSAK 18 tahun 2010

 

1.       Realisasi Anggaran tahun 2013

 

1.1.    Realisasi Aktiva Bersih pada akhir tahun 2013 yaitu sebesar Rp. 45.123 juta atau lebih rendah Rp. 394 juta dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 45.517  juta. Hal ini disebabkan antara lain oleh realisasi beban investasi lebih tinggi dari anggaran, karena terdapat biaya pelepasan investasi yang memberikan hasil cukup tinggi pada instrument Reksa Dana (Rp. 2,2 M)pada semester pertama, dan pada akhir tahun terdapat penurunan nilai investasi  sebesar Rp. 1 M.

 Perkembangan Aktiva Bersih DAPEN LIA disajikan sebagaimana berikut ini :

 

1.1.    Hasil Investasi menggunakan Nilai Pasar sesuai dengan ketentuan PSAK no. 18 tahun 2010,  pada tahun 2013 mencapai Rp.3,332 juta,  lebih rendah Rp. 202 juta (5,7%)  dari anggaran yang ditetapkan karena terdapat defisit pada instrumen Saham dan Reksadana sebagai dampak dari kondisi Pasar Global yang kurang baik pada smester kedua. Kontribusi masing-masing jenis investasi  disajikan pada tabel berikut :

 HASIL INVESTASI (Dalam Juta RP) *

 

Jenis

Anggaran

Hasil

Selisih

Investasi

 

Investasi

Nominal

Persen

Deposito Berjangka

175

212

37

21,14 %

Saham *

192

(233)

(425)

(2,21 %)

Obligasi

1952

1.017

(935)

(47,9 %)

Surat Berharga Negara

110

10

(100)

(90,9 %)

Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap,Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Campuran

948

(249)

(1197)

(126,26%)

Tanah dan Bangunan *

157

2.575

2.417

1539 %

Total Hasil Investasi

3534

3.332

(202)

(5,71 %)

 

 

 

 

 

                     *)Termasuk Selisih Penilaian Investasi

1.       Rasio Pendanaan

Berdasarkan perhitungan aktuaris PT. Bumi Dharma Aktuaria per 31 Desember 2012, proyeksi kewajiban aktuaria mengalami peningkatan dari Rp. 38.721 juta pada tahun 2012,  menjadi Rp.  42.685   juta pada akhir tahun 2013.  Nilai Asset Bersih juga meningkat menjadi Rp. 45.123 pada akhir tahun 2013, namun kenaikan tersebut lebih rendah dari kenaikan kewajiban aktuaria, sehingga Rasio Kecukupan Dana (RKD) pada akhir tahun 2013 turun menjadi 105.71 %. Meskipun turun, Kondisi ini tetap menunjukkan kemampuan memenuhi kewajiban masih baik, dan termasuk kategori pendanaan tingkat satu.  Karena belum melampaui rasio 120%, maka Pendiri (Yayasan LIA) tetap harus membayar Iuran Normal pada tahun 2014, dan Pengurus harus berupaya lebih optimal dalam pengembangan asset agar meningkat lebih tinggi, dan RKD naik lagi melampaui  120%.

 

2.       Laporan Portofolio Investasi

Komposisi Portofolio Investasi DAPEN LIA pada akhir tahun 2013  dan  Arahan Investasi yang ditentukan oleh Pendiri, adalah sebagai berikut :

 

Jenis Investasi (Dlm Juta Rp)

Batasan

2013

2012

Arahan

Investasi

Nominal

Proporsi

Nominal

Proporsi

Deposito Berjangka

5%-95%

2.800

6,69%

2.500

6.56%

Saham

0%-20%

5.403

12,92%

2.535

6,64%

Obligasi

0%-70%

20.384

48,74%

20.375

53,40%

Surat Berharga Negara

0%-40%

-

-

994

2,61%

Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap,Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Campuran

0%-40%

8.645

20,67%

7.125

18.67%

Tanah dan Bangunan (stlh dikurangi Ak.penyusutan)

0%-15%

4.593

10,98%

4.626

12,12%

Total

 

41.825

 

38.155

100%

 

Pengelolaan investasi yang dilakukan telah sesuai dengan arahan investasi yang telah ditetapkan oleh Pendiri. Nilai investasi mengalami Kenaikan sebesar  Rp.3,670 juta dibanding tahun 2012. DAPEN LIA tetap harus berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dalam kondisi iklim investasi pasar  dewasa ini yang befluktuasi. Apabila diperlukan, DAPEN LIA dapat mengusulkan perubahan Arahan Investasi menyesuaikan perkembangan pasar dalam upaya percepatan peningkatan hasil investasi.

 

3.       Analisa Administrasi Secara Umum

Seacara umum, DAPEN LIA terus berupaya untuk menerapkan prinsip kerja yang baik mengacu pada Good Pensoin Fund Governance. Berbagai Pedoman pengelolaan dan investasi telah dibuat berdasarkan rekomendasi dan saran dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Biro Dana Pensiun Bapepam & LK tahun 2011, serta anjuran dan arahan dari OJK melalui workshop atau surat edaran. Namun demikian, penyempurnaan teknologi komputer yang mendukung pekerjaan tetap dilakukan sehingga administrasi dapat dilaksanakan secara baik.

 

Dalam tahun 2011 DAPEN LIA telah diperiksa oleh Biro Dapen BAPEPAM & LK, Kementrian Keuangan, dalam rangka pengawasan dan pembinaan dalam pengelolaan Dana Pensiun sesuai dengan Peraturan dan Ketentuan yang berlaku. Hasil pemeriksaan menetapkan bahwa Faktor Resiko Dana Pensiun LIA berada pada kategori resiko rendah (0,97) yang merupakan tingkat terbaik dari kategori hasil penilaian berbasis resiko.  DAPEN LIA mendapat beberapa rekomendasi dan saran untuk penyempurnaan kelengkapan pedoman pengelolaan, antara lain pembuatan Pedoman Dissaster Recovery Plan (DRP), Penyempurnaan Pedoman Prosedur Investasi, Pedoman Kriteria & Proses Pengangkatan Pengurus dan Dewan Pengawas, yang telah selesai dilaksanakan sebagaimana yang disarankan.

 

Pemeriksaan oleh Akuntan Publik  Ishak, Saleh, Soewondo & Rekan atas Laporan Keuangan dan Laporan Portofolio Investasi Dana Pensiun LIA untuk tahun 2013 telah selesai dilaksanakan pada tanggal 15 April 2014 dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualiaan. Sedangkan Valuasi oleh Aktuaris atas kewajiban pendanaan dilakukan oleh Aktuaris Bumi Darma Aktuaria pada tanggal 11 Februari 2013 denga proyeksi Kewajiban Aktuaria per 31 Desember 2013 sebesar Rp. 42,685 milyar, sehingga RKD menjadi 105,71%.

Peningkatan kemampuan Pengurus, Pengawas dan Karyawan DAPEN, terus dilaksanakan secara berkala.

 

Kesimpulan dan saran.

Walaupun Kondisi DAPEN LIA pada tahun 2013 tetap dalam kategori  baik,  Pengurus disarankan agar tetap waspada dan terus mencermati perkembangan pasar serta meningkatkan  prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi, mengingat kondisi pasar investasi yang labil. Agar tetap berupaya lebih kreatif dalam memanfaatkan peluang investasi dengan kombinasi portofolio yang optimal. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pelaksanaan rekomendasi dan saran dari OJK, serta upaya pemanfaatan teknologi informasi yang terus berkembang sebagai alat bantu pengelolaan DAPEN LIA, termasuk untuk kemudahan peserta memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Pengurus agar tetap berkoordinasi dengan Pengawas dan segera melaporkan kepada Pengawas dan Pendiri apabila terdapat kejadian istimewa yang berdampak secara signifikan terhadap Investasi dan Asset DAPEN LIA.      

 

Demikian laporan pelaksanaan pengawasan kami, terima kasih atas perhatiannya.

 

Jakarta,  28 April 2014

 

           Ttd.

Drs. Hadi Sudibyo, MM

Ketua Dewan Pengawas DAPENLIA

 

 

 

 

 

 

 

a